Inilah Cara Memplester Tembok Batu Bata Yang Baik

Inilah cara memplester tembok batu bata yang baik agar tembok tidak rembes air dan mudah untuk di cat. Memplester tembok yang terbuat dari bahan material batu bata memang harus dilakukan dengan baik. Tembok yang terbuat dari bahan material batu bata, tidak akan bisa dilakukan pengecatan jika tidak di plester terlebih dahulu. Jika tidak di plester, tembok akan menjamur dan kemungkinan terjadi rembes karena sering terkena hujan. Oleh karena itu, cara memplester tembok batu bata menjadi peran yang penting untuk mencegah hal-hal tersebut. Yuk baca artikel sampai ini sampai habis biar makin paham!

inilah cara memplester tembok batu bata yang baik griya bangun indonesia

Bagi yang belum mengerti apa itu plester. Plester adalah proses finishing dalam pembuatan sebuah tembok atau dinding dengan cara menambahkan campuran semen dan pasir yang lembut untuk menutupi bahan material asli atau tembok. Bahan material untuk membuat tembok yang umum kita jumpai adalah batako dan batu bata. Keduanya memiliki keunggualan dan kelemahan masing-masing.

BACA JUGA : Keunggulan tembok menggunakan batu bat, Keunggulan tembok menggunakan batako

Tembok yang dibuat dari bahan material batu bata akan berwarna merah jika tidak dilakukan plester. Sehingga tidak bisa dilakukan pengecatan tembok dan kurang cocok jika lantai akan dilakukan dikeramik. Agar menghasilkan cat yang bagus, plesteran tembok juga harus bagus, dalam artian tidak banyak kerikil dan ketebalannya sama.

Inilah cara memplester tembok batu yang baik dan benar :
  1. Batu bata dipasang dengan benar. Artinya, cara menyusun batu bata dilakukan dengan rapi. Benar-benar sama tegak dan rata agar mudah dalam melakukan plester. Hal ini agar adonan pasir dan semen yang digunakan tidak boros.
  2. Menunggung waktu yang tepat. Setelah tembok berdiri dengan sempurna, tidak boleh langsung diplester. Namun, harus menunggu kurang lebih 2 hari setelah tembok berdiri. Tujuannya adalah agar semen yang digunakan untuk merekatkan batu bata kering terlebih dahulu. Jika belum kering namun sudah diplester, akan membuat tembok retak dikemudian hari.
  3. Membuat adukan plesteran yang baik. Ciri-ciri adukan plesteran yang baik adalah menggunakan pasir yang halus yang tidak mengandung kerikil. Supaya pasir tidak mengandung keriki, maka perlu disaring terlebih dahulu menggunakan ayakan. Adukan terbuat dari pasir yang telah di ayak, semen dan air. Jangan terlalu encer atu padat agar mudah saat memplester tembok. Saat ingin melakukan plester, siramlah tembok terlebih dahulu agar tembok nantinya tidak akan menyerap air semen dalam jumlah yang banyak.
  4. Ukuran ketebalan plester dengan kepalan plester. Bagi yang belum mengetahui kepalan plester. Keplan plester adalah benang nilon atau sejenisnya yang diatur dan disusun sedemikan rupa untuk mengatu ketegakkan dan ketebalan plester.
  5. Finishing. Proses finishing plesteran adalah menambahkan acian, agar tembok lebih halus. Untuk menambahkan acian, haruslah menunggu beberapa waktu. Setelah plesteran selesai perlu dilakukan penyiraman agar tidak terlalu cepat mengering sehingga berpotensi menyebabkan keretakan dinding. Setelah itu ditunggu sampai kering, kemudian siap untuk diberikan aci.

 

Saya Suka, Saya Ingin Share Artikel Ini